WA CENTER : 0853 7447 0070

ZAKAT, KEWAJIBAN YANG TERABAIKAN..

Oleh: Kamrizal Syafri Adam

Zakat adalah kewajiban, semua muslim sepakat dengan itu. Karena zakat itu wajib berdasarkan Al-Qur’an, al-Hadis, dan Ijmak/kesepakatan kaum muslimin.

“Ter-abaikan”, mengandung makna tidak diacuhkan, ditinggalkan, dilalaikan, dan tidak dikerjakan, atau dikerjakan tapi asal dan tidak maksimal. Kalimat “Ter” sebagai imbuhan abai, mengandung maka “tidak tahu,” “tidak sengaja” dan “tidak faham”. Bahwa kita sering abai dan lalai melaksanakan zakat secara benar, karena ketidaktahuan, ketidakfahaman dan ketidak sengajaan, bukan sengaja melanggar, apalagi menentang wajibnya zakat.

Apa tolok ukur bahwa zakat sering kita abaikan, atau terabaikan?

Hal ini bisa terlihat dari sikap dan kesungguhan kita dalam menunaikan zakat, dibanding kesungguhan dan semangat kita dalam mengamalkan ibadah lain, seperti shalat, puasa, dan haji.

Kita sangat gigih mempelajari, dan konsultasi terkait shalat, puasa, dan haji. “Sahkah wuduk saya kalau begini? Betulkah shalat saya jika seperti ini? Apakah yang dapat merusak puasa saya? Apa sajakah yang merusak haji? Bagaimana hukum gerakan shalat ini? Betulkah bacaan do’a ini? dan sebagainya.. Hal ini tentu saja bagus serta positif. Kita tentu ingin melaksanakan shalat, puasa, haji dengan benar, sesuai dengan sunnah nabi. Kita ingin memperoleh pahala yang maksimal, dan kita tentu khawatir ibadah kita tidak sempurna, apalagi tidak sah/tidak diterima.

Masalahnya adalah, kenapa semangat kita tidak seperti itu terhadap zakat? Kenapa kita tidak gigih bertanya, mempelajari, dan konsultasi tentang zakat? Kenapa tak ada kekhawatiran apakah zakat saya sudah betul? Apakah cara zakat saya sudah sesuai? Apakah hutang zakat saya sudah lunas? Benarkah zakat yang mesti saya keluarkan segini? dan pertanyaan pertanyaan penting lainnya.

Tidak sedikit diantara kita yang enggan, ragu-ragu dan menunda-nunda berzakat. Ada yang sudah mulai berzakat, tapi belum teratur dan belum betul. Anehnya, kita tidak merasa bersalah, dan tidak merasa ada yang salah.

Bahkan, ada yang berzakat, bagaikan sedekah sunnah, terserah dia, mau keluarkan berapa, mau bayar kapan, dan pada siapa. Dia perkirakan saja, dia agak agak saja, dan dia asumsikan saja. “Terima zakat saya satu juta”, “ini zakat dari hamba Allah dua juta”, atau “saya berzakat segini”, dan sebagai nya. Pertanyaannya, darimana kita dapat angka segitu? Dan benarkah harusnya sebanyak itu? Apa kalkulasi nya? Bagaimana cara hitung nya?, entahlah, pokoknya sudah berzakat, telah selesai hutang, dan telah terlaksana kewajiban. Benarkah?, Kata siapa? Kalau ngak sesuai gimana?

Seharusnya, sebagaimana shalat, puasa, dan haji, kita juga mesti perbanyak lagi belajar tentang fikih zakat, atau minimal perbanyak konsultasi tentang mekanisme yang benar dalam berzakat, atau serahkan sama Lembaga zakat resmi, yang memang tugas dan kewajiban menjalankan itu.

Tapi?…bagaimana jika lembaga itu salah?, curang, dan tidak amanah?

Jika lembaga itu legal dan profesional, insya Allah ada perangkat yang mengawalnya, ada pengawas, ada audit, dan ada laporan pertanggungjawabannya dan lembaga yang mengontrolnya. Jika ternyata, ada juga kesalahan, apalagi disengaja, maka lembaga atau petugas zakat itu akan mempertanggungjawabkannya dunia dan akhirat.

Bagaimana jika zakat saya tunaikan sendiri?, saya akan hitung sendiri? dan saya salurkan langsung?.

Jika yakin, berdasarkan ilmunya, dan sesuai dengan aturannya, ya..silakan, toh hasilnya sama, zakat kita bayar dengan benar, dan orang yang berhak menerima hak nya dengan tepat.
Walupun sunnahnya sejak zaman Rasulullah SAW, zakat dipungut oleh lembaga resmi, dan petugas yang ditetapkan oleh lembaga legal.

Yuk..berupaya untuk tunaikan zakat, secara benar, tepat dan cepat. Dan sempurnakan zakat kita dengan sedekah, semoga keberkahan Allah berikan pada harta kita, dan kebahagiaan Allah limpahkan pada kita dan keluarga.

“Ya Allah terimalah Zakat dan Sedekah kami, berkahi harta dan hidup kami”

#risalahcharity #berkahbahagia #sodaqocommunity

[wafm_form id="1" title="Sedekah Online"]