WA CENTER : 0853 7447 0070

Email: admin[email protected]

Takut Mati dan Tak Siap Mati

 

Takut mati dan tak siap mati
Oleh : H. Kamrizal Syafri Adam Lc. MA

Kepanikan kita mendengar berita makin mewabahnya virus vorona dan telah menyebabkan kematian ribuan orang, membuktikan bahwa kita takut mati dan tak siap mati.

Sebahagian orang takut mati, karena itu berarti ia akan berpisah dg orang orang yang ia cintai. kematian berarti ia akan meninggalkan tumpukan harta kekayaan yg susah payah ia cari. Kematian berarti ia akan melepaskan jabatan, karir dg fasilitas yg ia nikmati. Kematian berarti ia akan kehilangan kesempatan menikmati dunia yang indah mempesona ini. Sementara ia tak percaya/ragu/gamang dg kehidupan setelah mati.

Disisi lain ada yg ngak siap mati, karena ia sadar bahwa ia lalai selama ini. Amal yg tdk maksimal, ibadah yang tak optimal. Ia insyaf akan dosa dan maksiat selama ini. Ada banyak pihak yg ia zhalimi. Sementara ia tahu kesempatan untuk beramal dan bertaubat hanya ketika hidup didunia ini, dan itu mungkin akan berakhir sebentar lagi..

Pencinta dunia yg tdk yakin dg akhirat, kepanikan dan kegelisahan membuat ia kalap, stres dan melakukan apapun untuk menghindari penyakit dan kematian, bahkan biaya berapapun.

Sedangkan pencinta akhirat, kesadaran akan kematian justru membuat ia segera mendekat pada Allah, mningkatkan amal shaleh, segera taubat dan berbenah, kalau itu sudah ia lakukan, …

Justru kematian bagi orang shaleh, adalh sesuatu yg ia rindukan, karena itu artinya ia akan berjumpa dg Allah ArRahman, dan Syurga yg dijanjikan.

#risalahcharityberkahbahagia
#sodaqocommunity

[wafm_form id="1" title="Sedekah Online"]