WA CENTER : 0853 7447 0070

JANGAN LUPAKAN, MEREKA YANG SUDAH TIADA.

Oleh: Kamrizal Syafri Adam

Sedekah adalah amalan utama di bulan Ramadan. Rasulullah SAW bersabda,: “Sedekah yang paling afdal, adalah sedekah ramadan”.( H.R Tirmizi). Allah SWT juga melimpahkan rahmat, karunia dan ampunan-Nya di Ramadan. Rasulullah SaW sebagai orang yang sangat pemurah, juga sangat menonjol kedermawanan nya di bulan mulia ini (H.R Bukhari-Muslim). Ini pula yang memotivasi kaum muslimin untuk berlomba-lomba menebar kebajikan dan kebaikan, kedermawanan dan kepemurahan, zakat, infaq dan sedekah di moment istimewa ini.

Ada banyak ragam sedekah yang dapat dilakukan di bulan Ramadan, seperti sedekah wajib (zakat), sedekah jariyah (wakaf), sedekah jiwa ( zakat fitrah), dan sedekah-sedekah sunat lainnya seperti; memberi perbukaan, mengajak sahur, menyantuni fakir miskin dan sebagainya.

Alhamdulillah, sudah menjadi syiar dan kebiasaan sebahagian kita menjadikan bulan Ramadan, sebagai bulan berderma. Kita berharap agar sedekah dibulan puasa ini, apalagi di malam qadar, Allah limpahkan pahala, rahmat, karunia dan keberkahan-Nya pada kita dan keluarga kita.

Tapi pertanyaannya adalah, apakah pernah kita bersedekah dalam bentuk “sedekah atas nama orang yang sudah meninggal”. Adakah kita juga sedekah, untuk keluarga kita yang sudah tiada? Apakah kita ada kirimkan pahala sedekah untuk mereka, agar mereka juga mendapat limpahan pahala dan keistimewaan sedekah ramadan ini?

Dalam sebuah hadis dari Ibnu Abbas, Sa’ad bin Abi Waqas, bertanya kepada Rasulullah SAW, ;
“Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat pahala jika aku bersedekah atas nama beliau? Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “Ya.”, lalu Sa’ad berkata: sesungguhnya aku mempersaksikan padamu wahai Rasulullah bahwa kebun ku yang sedang berbuah ini aku sedekahkan untuk nya”. (Sahih Muslim)

Aisyah Radhiyallahu ‘anha juga menceritakan bahwa seorang laki laki berkata kepada Rasulullah SAW, “Sesungguhnya ibu ku meninggal dunia secara tiba tiba, dan aku mengira jika ia bisa bicara maka ia akan bersedekah, maka apakah ia memperoleh pahala jika aku bersedekah untuk nya?, Beliau menjawab, “ya”.”(Sahih Bukhari-Muslim)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada nabi shalallahu alaihi wasallam, “Sesungguh nya ayah ku meninggal dunia dan meninggalkan harta, tapi ia tidak berwasiat, apakah Allah akan menghapus kesalahannya karena sedekahku atas namanya? Beliau menjawab, “Ya” (Sahih -Muslim)

Hadis-hadis sahih ini menjadi landasan bahwa sedekah atas nama orang yang sudah meninggal adalah kebaikan, dan sampai pahalanya orang yang sudah tiada itu. Bahkan Dr Firanda Andirja, dalam sebuah komentar nya menyatakan ini adalah kesepakatan ulama (Ijmak), bukan hanya untuk ibu atau bapak saja, tapi juga untuk karib jerabat lainnya, bahkan untuk teman dan sahabat kita. Imam Nawawi dan Ibnu Taimiyah, juga menyatakan bahwa ini adalah kesepakatan ulama.

Selain dari pahala sedekah ini, ada amalan-amaln lain yang juga sampai pahala nya pada mayit, yaitu; pahala haji (Hadis Bukhari 1513), dan umrah (An-Nasai), menunaikan qada puasa (Muslim 1147), membayarkan hutang nazar (Bukhari 2761), amalan anak yang shaleh (Abu Daud 3528), doa untuk mayat, (Q.S al-Hasyar, ayat 10), dan sebagainya.

Ayo….di sisa Ramadan ini, kita tingkatkan sedekah dan kedermawanan kita, siang dan malam nya, pagi dan petang nya. Ada zakat, infaq, wakaf, memberi ifthar/perbukaan dan sahur, membayar zakat fitrah, menyantuni orang miskin dan anak yatim, serta derma-derma lainnya. Dan jangan lupa, sertakan orang yang kita cintai dan mereka yang kita sayangi dalam sedekah- sedekah kita itu. Katakan: “terimalah sedekah saya untuk ibu saya”, “ini infaq saya atas nama ayah”, “ini sumbangan saya atas nama istri”, “ini donasi saya atas nama sahabat saya”, dan sebagainya.

Hendaknya, ada sedekah kita atas nama Ibu dan bapak yang sudah tiada, yang mengasuh kita, mewariskan harta, atau ilmu, atau kebaikan yang tak terkira.

Juga infaq atas nama pasangan kita yang sudah tiada (suami atau istri) yang mencintai dan kita cintai.

Atau sedekah atas nama dan untuk saudara, karib kerabat dan sahabat.

Sedekah inilah bukti bahwa kasih kita tak pernah hilang, silaturrahmi kita tak pernah terputus, dan kasih sayang kita pada mereka tak pernah pudar.

Mereka butuh bantuan kita, mereka sangat berharap pertolongan kita. Mereka sangat gembira menerma kiriman pahala sedekah dan kebaikan dari kiza. Maka, jangan lupakan mereka, dan jangan biarkan mereka. Sedekah atas nama mereka, adalah cara kita mencintai dan menolong mereka, selain membayarkan hutang dan nazar mereka memintakan maaf dan kerelaan untuk mereka, mendoakan dan minta ampun bagi mereka.

Semoga kita semua Allah kumpulkan di dalam syurga, bertemu dan orang yang kita cintai, bersamanya dan selamanya di sana, dalam kasih dan sayang, dalam kesejahteraan dan kebahagiaan.

” Ya Allah ampunilah dosa orang orang yang telah mendahului kami, maafkan mereka, limpahkan rahmat dan kasih-Mu pada mereka, dan pertemukan kami dengan orang yang kami cintai, di dalam syurga-Mu dengan reda-Mu.

#risalahcharity #sodaqocommunity #berkahbahagia

[wafm_form id="1" title="Sedekah Online"]