WA CENTER : 0853 7447 0070

BAPER

Oleh: Kamrizal Syafri Adam

Apakah yang muncul dalam diri kita ketika ada pedagang kecil, sudah tua, terbungkuk- bungkuk menjajakan buah-buahan?

Apakah kita berpikir logis dan standar? Sehingga kita biarkan ia berlalu? Dan karena buahnya sudah ngak segar, atau di super market ada yang lebih segar dan bagus? Baiknya kita beli yang di Supermarket saja?

Atau kita kasihan padanya, lalu kita beli dagangannya, walaupun sudah ngak segar, dan bahkan walaupun kita ngak butuh? Berati kita baper!

Apakah sikap kita ketika ada ibuk-ibuk dari kampung menjual sayur bayam, satu ikat Rp 1000,- ? Kita tawar 2 ikat seribu? Atau 3 ikat dua ribu? Logiskan? Bila pembeli menawar? Wajarkan? Bila orang belanja, ingin harga yang lebih murah?

Atau karena karena kita iba, kita beli 2 ikat tanpa menawar? Walaupun kita hanya butuh satu ikat saja. Atau kita beli 4 ikat dan kita bayar 5000,-;tanpa kita minta kembaliannya? Berarti kita baper!

Bagaimana rasa kita, ketika ada bocah kecil, bersorak; kue!!. roti!!.atau goreng..!!

Apakah kita berpikir, ah..saya ngak butuh kue…ah..rotinya ngak bagus, atau ah..kurang berkwalitas…dan sebagainya. Dan faktanya yang begitu.

Atau ..karena kasih dan iba kita beli, atau dengan niat membantu kita borong? Berarti kita baper!

Apakah karena lebih murah, bervariasi, dan lebih bergengsi, kita lebih memilih belanja ke Mall dan supermarket? atau kita belanja diwarung- warung kecil milik tetangga atau bahkan masih milik keluarga, walaupun harga agak mahal dikit, seribu atau dua-ribu? Berarti kita baper!

Kita jual tanah. Ada dua calon pembeli, pertama orang lain, tidak kita kenal, menawar dengan harga sedikit Ebih tinggi, dan calon pembeli kedua adalah saudara kita, teman kita atau orang yang kita kenal, menawar juga dengan harga yang sedikit lebih murah. Normalnya penjual ingin untung lebih banyak, harga yang lebih tinggi. Itu wajar dan itu logis saja.

Tapi…dengan pertimbangan kekerabatan, atau menenggang perasaan teman, dan tengan niat membantu sesama, kita lepas tanah kita pada mereka, walaupun dengan harga sedikit lebih murah. Berarti itu baper!.

Begitulah, berinteraksi dan bermuamalah secara logis dan standar, dibanding dengan bermuamalah menggunakan rasa dan memakai perasaan.

Pertanyaannya!; Apakah baper itu baik atau buruk?. Ah..ini pertanyaan baper!!

#risalahcharity
#sodaqocommunity
#berkahbahagia

[wafm_form id="1" title="Sedekah Online"]