WA CENTER : 0853 7447 0070

1% RAHMAT vs 99% RAHMAT

Oleh: Kamrizal Syafri

إن لله مائة رحمة أنزل منها رحمة واحدة بين الجن والإنس والبهائم والهوام

فيها يتعاطفون وبها يبراحمون وبها يعطف الوحش على ولدها

وأخر الله تسعا وتسعين يرحم بها عباده يوم القيامة (رواه مسلم عن أبي هريرة)

Rasulullah SAW, bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki 100 bagian rahmat. Satu bagian dari rahmat itu Allah turunkan (anugerahkan) dikalangan jin, manusia, binatang, dan makluk makluk kecil lainnya. Dengan rahmat itu mereka saling berlemah-lembut dan saling berkasih-sayang, dan dengan rahmat itu pula binatang buas berlaku lembut pada anaknya. Dan Allah tunda/akhirkan 99 bagian rahmat lainya, yang dengan itu Allah merahmati hamba-hamba-Nya di hari kiamat” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

Hadis sahih ini menjelaskan bahwa Allah telah menurunkan 1% rahmat-Nya di dunia. Dicurahkan untuk dan dikalangan semua makluk-Nya tanpa terkecuali, sejak bumi ini ada dan berpenghuni, sampai alam ini hancur dan berakhir dengan kefanaan. Rahmat Allah yang 1% ini melekat pada kasih Allah yang tak pilih kasih, dan menempel pada sayang-Nya yang tak berbilang.

Kasih sayang sesama makluk dan antar makkuk bersumber dari 1% Rahmat ini. Kasih sayang sesama manusia, jin, hewan, dan makluk lainya, juga kasih sayang antar makluk yang berlainan jenis itu juga hulu nya adalah satu bagian rahmat yang Allah turunkan itu.

Dari dahulu, sampai sekarang, bahkan sampai kiamat, akan selalu ada cerita tentang cinta, kasih, sayang, kesetiaan, kemaafan, kedermawanan, pengorbanan, yang seolah olah tak habis-habisnya, seolah-olah unlimited, dan bagai tak berbatas. Dan sumbernya adalah dari anugerah rahmat yang 1% itu. Dan itu dinikmati oleh semua makhluk-Nya tanpa kecuali, makluk berakal atau tidak, beriman atau ingkar, manusia atau jin, dan sebagainya. Karena Rahmat yang satu persen itu Allah curahkan didunia ini memang Allah peruntukkan untuk semua, tanpa kecuali.

Cerita tentang perjuangan ayah demi anak istri nya. Kasih ibu, yang tiada tara pada buah hatinya,  kesetiaan suami/istri pada pasangannya,  pengabdian dan bakti anak pada orang tuanya, pengorbanan warga demi negaranya, cinta guru pada muridnya, kasih dermawan pada duafa, bahkan kasih manusia pada alam sekitarnya adalah refleksi dari rahmat yang satu persen itu.

Fenomena yang sama juga terjadi pada makhluk lainnya, seperti jin, binatang dan sebagainya,  sebagai bekal bagi keberlangsungan koloni mereka. Dan modal bagi eksistensi mereka. Maka  sebuas-buasnya binatang tidak akan memangsa anaknya, tidak akan memusnahkan koloninya.

Bahkan dalam batas tertentu, penjahat paling sadispun, atau makluk paling durjana pun, dikalangan mafia sekalipun, ada percikan kasih sayang ini, minimal untuk kelompok nya, untuk koloni nya, atau untuk keluarga, anak dan istrinya.

Intinya, sesuai dengan ukuran dan kebutuhan, Allah telah bekali semua makluk modal rahmat, sebagai sebuah fitrah bagi manusia atau insting bagi hewan. Dan semua itu bersumber dari satu bagian rahmat yang Allah turunkan di dunia. Bahwa kemudian ada yang salah guna, salah letak, salah alamat itu soal lain. Bahwa atas nama kasih sayang pada keluarga, ia tindas selainnya,  demi keberlangsungan koloninya ia tumpas saingannya, demi cinta pada manusia, ia durhaka pada Tuhan nya, demi eksistensi diri dan komunitasnya, ia zhalimi sesama,  atas nama kesetiaan pada golongan ia korbankan agama,  itu adalah bab lain, karena sebab tertentu, bersumber dari kebodohan, dorongan nafsu syahwat, dan tipu daya syetanya. Yang pasti Allah telah curahkan 1% rahmat di dunia, untuk semua makluk-Nya. Ada yang mensyukurinya dan menggunakannya dengan benar, ada yang mengkufurinya  dan menyia-nyiakannya, ada yang menyalahkan-gunakan, dan menutupinya, itu tidak bisa menafikan fakta bahwa rahmat Allah itu ada, nyata, dan untuk semua.

Kemudian, 99 % bagian rahmat yang ada, Allah tunda,  khusus untuk hamba-Nya, spesial di akhirat. Jika 1% rahmat yang Allah turunkan, dan dibagi untuk semua makhluk-Nya di dunia, sudah sangat luar biasa, sangat luas tak bertepi, banyak tak terhingga,  bagaimanakah lagi dengan 99% rahmat yang Allah sisakan, dan secara eksklusif Dia anugrahkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal shaleh. Sungguh karunia yang tak terbayangkan, tak terpikirkan, dan bahkan tak terjangkau oleh imajinasi paling jenius sekalipun.

Maka wajar jika rahmat dan nikmat di syurga, di  gambarkan sebagai  “tak pernah dilihat mata, tak pernah di dengar telinga,  dan bahkan tak terbayangkan dalam hati dan fikiran”.

Inilah mimpi dan impian segenap mukmin, rahmat dan nikmat di akhirat. Inilah ambisi setiap hamba, bahagia dengan kebahagiaan yang hakiki di syurga. Ambisi yang tidak menghalangi seorang hamba mendapatkan rahmat di dunia, mimpi yang tidak menjadikan mukmin mengabaikan dan memyia-nyiakan rahmat yang ada saat ini. Semoga kita dikaruniai rahmat di dunia dan rahmat di akhirat.

“Ya Allah, anugrahkan kami nikmat dan rahmat-Mu di akhirat, dan jangan haramkan kami dari karunia dan rahmat-Mu di dunia.”

#risalahcharity

#sodaqocommunity

#berkahbhagja

 

 

 

 

[wafm_form id="1" title="Sedekah Online"]